Minggu, 06 Maret 2016

PENGANTAR SEJARAH PERADABAN ISLAM

JURNAL AKADEMIK SEJARAH PERADABAN ISLAM
NAMA           : SYAIFUL BAHRI
NPM               : 21502011011
FAK/PRODI : Pascasarjana/Magister Pend. Agama Islam

Sejarah yang kita ketahui adalah salah satu versi saja dari beberapa versi sejarah yang ada. Sehingga dengan meyakini salah satu versi sejarah tersebut bukan berarti dapat menafikan atau menyalahkan sejarah versi yang lain. Sebab sejarah yang kita ketahui dan yakini sekarang ini merupakan produk doktrin dan pengalaman yang mendarah mendaging, sehingga menolak dan cenderung menyalahkan versi sejarah yang lain. Apalagi terhadap versi sejarah yang bertolak belakang dengan yang kita yakini. Tetapi, meskipun terdapat beberapa versi sejarah, kita tetap bisa condong dengan salah satu atau beberapa versi saja. Hal ini tergantung pada bukti-bukti sejarah yang mendukungnya atau berdasarkan sejarah yang banyak diceritakan dan diyakini kebenarannya. Yang selanjutnya, disebut dengan intersubjectifity of history. Kita dapat menolak untuk meyakini sejarah yang menurut kita mengandung kecacatan ilmiah tanpa menyalahkannya. Atau kita dapat mengatakan : “ Saya tidak mempercayainya tapi tidak mengganggapnya salah”.

Sejarah menurut sebagian pendapat, menyatakan bahwa ada sejarah yang dapat dibuktikan dan ada juga sejarah yang sulit untuk dibuktikan. Sejarah yang dapat dibuktikan biasanya sejarah yang ada hubungannya dengan arkeologi atau benda-benda sejarah. Sedangkan sejarah yang sulit untuk dibuktikan adalah sejarah humaniora. Sekalipun sejarah humaniora sulit dibuktikan paling tidak kita dapat memilih sejarah yang terlepas dari kepentingan politik, atau setidaknya yang paling minim dengan kepentingan-kepentingan tersebut. Sebab banyak sekali sejarah yang di-setting untuk mendukung kepentingan tertentu. Sehingga menyebabkan kerancuan kajian ilmu sejarah. Hal ini juga berdampak pada sejarah peradaban islam. Sejarah peradaban islam juga terpengaruh kepentingan politik atau kelompok tertentu. Sehingga menyebabkan perbedaan pendapat sampai pada masa sekarang ini. Kemudian, manakah sejarah yang benar atau mendekati kebenaran? Perlu kajian yang serius untuk menjawab pertanyaan diatas. Setidaknya kita tidak hanya mempelajari materi sejarahnya saja, melainkan mencari sumber sejarah (penulis). Lalu mencari kepribadian atau perilaku kehidupan sumber sejarah tersebut. Yang pada akhirnya dapat menyimpulkan sejarah mana yang paling mendekati kebenaran. Wallahu A’lam

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com template blogger cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com resep bolu kukus