JURNAL AKADEMIK SEJARAH PERADABAN ISLAM
NAMA : SYAIFUL BAHRI
NPM :
21502011011
FAK/PRODI :
Pascasarjana/Magister Pend. Agama Islam
Sejarah
yang kita ketahui adalah salah satu versi saja dari beberapa versi sejarah yang
ada. Sehingga dengan meyakini salah satu versi sejarah tersebut bukan berarti
dapat menafikan atau menyalahkan sejarah versi yang lain. Sebab sejarah yang
kita ketahui dan yakini sekarang ini merupakan produk doktrin dan pengalaman
yang mendarah mendaging, sehingga menolak dan cenderung menyalahkan versi
sejarah yang lain. Apalagi terhadap versi sejarah yang bertolak belakang dengan
yang kita yakini. Tetapi, meskipun terdapat beberapa versi sejarah, kita tetap
bisa condong dengan salah satu atau beberapa versi saja. Hal ini tergantung
pada bukti-bukti sejarah yang mendukungnya atau berdasarkan sejarah yang banyak
diceritakan dan diyakini kebenarannya. Yang selanjutnya, disebut dengan intersubjectifity
of history. Kita dapat menolak untuk meyakini sejarah yang menurut kita
mengandung kecacatan ilmiah tanpa menyalahkannya. Atau kita dapat mengatakan :
“ Saya tidak mempercayainya tapi tidak mengganggapnya salah”.
Sejarah menurut sebagian pendapat, menyatakan bahwa ada sejarah
yang dapat dibuktikan dan ada juga sejarah yang sulit untuk dibuktikan. Sejarah
yang dapat dibuktikan biasanya sejarah yang ada hubungannya dengan arkeologi
atau benda-benda sejarah. Sedangkan sejarah yang sulit untuk dibuktikan adalah
sejarah humaniora. Sekalipun sejarah humaniora sulit dibuktikan paling tidak
kita dapat memilih sejarah yang terlepas dari kepentingan politik, atau
setidaknya yang paling minim dengan kepentingan-kepentingan tersebut. Sebab
banyak sekali sejarah yang di-setting untuk mendukung kepentingan
tertentu. Sehingga menyebabkan kerancuan kajian ilmu sejarah. Hal ini juga
berdampak pada sejarah peradaban islam. Sejarah peradaban islam juga
terpengaruh kepentingan politik atau kelompok tertentu. Sehingga menyebabkan
perbedaan pendapat sampai pada masa sekarang ini. Kemudian, manakah sejarah yang
benar atau mendekati kebenaran? Perlu kajian yang serius untuk menjawab
pertanyaan diatas. Setidaknya kita tidak hanya mempelajari materi sejarahnya
saja, melainkan mencari sumber sejarah (penulis). Lalu mencari kepribadian atau
perilaku kehidupan sumber sejarah tersebut. Yang pada akhirnya dapat
menyimpulkan sejarah mana yang paling mendekati kebenaran. Wallahu A’lam








0 komentar:
Posting Komentar