JURNAL
AKADEMIK SEJARAH PERADABAN ISLAM
NAMA : SYAIFUL BAHRI
NPM :
21502011011
FAK/PRODI :
Pascasarjana/Magister Pend. Agama Islam
KHALIFAH ABU BAKAR ASH SHIDIQ
Abu BakarAsh Shidiq (lahir: 572 - wafat: 23 Agustus634/21 Jumadil Akhir 13 H). Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Abu Bakar menjadi khalifah Islam yang
pertama pada tahun 632 hingga tahun 634 M. Lahir dengan nama Abdullah bin Abi Quhafah, ia adalah
satu di antara empat khalifah yang diberi gelar Khulafaur
Rasyidin
atau khalifah yang diberi petunjuk.Nama lengkapnya adalah 'Abdullah bin
'Utsman bin Amir bi Amru bin Ka'ab bin Sa'ad bin Tayyim bin Murrah bin Ka'ab
bin Lu'ay bin Ghalib bin Quraisy.
Setelah kaum Muslimin dan para sahabat
menyadari tentang wafatnya Rasulullah SAW, maka Abu Bakar dikagetkan lagi
dengan adanya perselisihan faham antara kaum Muhajirin dan Anshar tentang siapa
yang akan menggantikan Nabi sebagai khalifah kaum Muslimin. Situasi yang
memanas inipun dapat diatasi oleh Abu Bakar, dengan cara Abu Bakar menyodorkan
dua orang calon khalifah untuk memilihnya yaitu Umar bin Khattab atau Abu
Ubaidah bin Jarrah. Namun keduanya justru menjabat tangan Abu Bakar dan
mengucapkan baiat memilih Abu Bakar.
Waktu itu daerah kekuasaan hampir
mencakup seluruh Semenanjung Arabia yang terdiri atas berbagai suku Arab. Ada
beberapa faktor yang mendasari terpilihnya Abu Bakar sebagai khalifah, yaitu:
a. Menurut pendapat umum yang ada pada
zaman itu, seorang khalifah (pemimpin) haruslah berasal dari suku Quraisy.
b. Ia satu-satunya sahabat yang menemani
Nabi SAW pada saat hijrah dari Makkah ke Madinah dan ketika bersembunyi di Gua
Tsur, ia yang ditunjuk oleh Rasulullah SAW untuk mengimami shalat pada saat
beliau sedang uzur.
c. Beliau sangat dekat dengan
Rasulullah SAW, baik dalam bidang agama maupun kekeluargaan.
Sebagai khalifah Abu Bakar mengalami
dua kali baiat. Pertama di Saqifa Bani Saidah yang dikenal dengan Bai'at
Khassah dan kedua di Masjid Nabi (Masjid Nabawi) di Madinah yang dikenal dengan
Bai’at A 'mmah.
Seusai acara pembaitan di Masjid
Nabawi, Abu Bakar sebagai khalifah yang baru terpilih berdiri dan mengucapkan
pidato.la memulai pidatonya dengan menyatakan sumpah kepada Allah SWT dan
menyatakan ketidakberambisiannya untuk menduduki jabatan khalifah tersebut. Abu
Bakar selanjutnya mengucapkan "Saya telah terpilih menjadi pemimpin
kamu sekalian meskipun saya bukan orang yang terbaik di antara kalian. Karena
itu, bantulah saya seandainya saya berada di jalan yang benar dan bimbinglah
saya seandainya saya berbuat salah.Kebenaran adalah kepercayaan dan kebohongan
adalah pengkhianatan.Orang yang lemah di antara kalian menjadi kuat dalam
pandangan saya hingga saya menjamin hak-haknya seandainya Allah menghendaki dan
orang yang kuat di antara kalian adalah lemah dalam pandangan saya hingga saya
dapat merebut hak daripadanya.Taatilah saya selama saya taat kepada Allah dan
Rasul-Nya, dan bila saya mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, janganlah ikuti saya".
Keberhasilan Yang Dicapai Masa Khalifah Abu Bakar R.A
Sistem pemerintahan yang dijalankan
Abu Bakar bersifat sentralistrik, sama seperti zaman Nabi Muhammad saw, yakni
kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif terpusat disatu tangan, selama
kepemimpinananya yang berlangsung relative singkat yaitu 2 tahun 3 bulan 10
hari dan Abu Bakar mencapai keberhasilan sebagai berikut:
a. Perang Riddah
Beberapa
suku Arab yang berasal dari Hijaz dan Nejed membangkang kepada khalifah baru
dan sistem yang ada.Beberapa diantaranya menolak membayar zakat walaupun tidak
menolak agama Islam secara utuh. Beberapa yang lain kembali memeluk agama dan
tradisi lamanya yakni penyembahan berhala.. Berdasarkan hal ini Abu Bakar
menyatakan perang terhadap mereka yang dikenal dengan nama perang Riddah.Dalam
perang Riddah peperangan terbesar adalah memerangi “Ibnu Habib al-Hanafi” yang
lebih dikenal dengan nama Musailamah Al-Kazab (Musailamah si pembohong), yang
mengklaim dirinya sebagai nabi baru menggantikan Nabi Muhammad SAW. Musailamah
kemudian dikalahkan pada pertempuran Akraba oleh Khalid bin Walid.
b. Ekspedisi ke Utara
Pada tahun
633 M, Abu Bakar memerintahkan Khalid ibn Walid mengadakan kegiatan ekspansi ke
wilayah-wilayah perbatasan Syria dan Persia. Khalid mengirimkan surat kepada
Hurmuz, komandan pasukan tempur Persia.
c. Kondifikasi Al-Qur’an
Pada awal masa Abu Bakar r.a.
terjadilah peristiwa yang memberi perhatian terhadap wajibnya mengumpulkan
seluruh Al Quran dalam satu mushhaf, demikian itu pada peperangan Yamamah ada
sejumlah besar pengahafal Al Quran yang gugur syahid, sehingga dengan demikian,
Abu Bakar mengkhawatirkan terhadap Al Quran.
Alam pengumpulan Al Qur’n, Abu Bakar meminta
tolong kepadaZaid bib Tsabit, karena beliu termasuk penghafal Al Quran dan penulis
wahyu. Dalam pada itu ia tidak mencukupkan dengan hafalannya dan tulisannya,
namun ia minta tolong terhadap hafalan para huffazh, lembaran para penulis
dan tulisan yang terdapat dirumah Rasulullah SAW. Ia menyempurnakan pengumpulan
dihadapan orang banyak dari Muhajirin dan Anshar dan dengan kerja Abu Bakar dan
Umar r.a., maka Allah SWT menyempurnakan apa yang terkandung dalam firmannya.
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ
وَاِنَّا لَهُ لَحَافِظُوْنَ








0 komentar:
Posting Komentar